Selasa, 17 Agustus 2010

aku ada karena kebimbangan Tuhan

aku ada karena kebimbangan Tuhan memberiku cinta yang terhalang oleh kabut - kabut ke palsuan

pelangi - pelangi yang tak pernah indah, aku ada karena Tuhan bimbang memebriku seorang yang sempurna, hatiku perlahan dan perlahan mulai mati rasa ! mereka tak pernh mengerti kenapa Tuhan ciptakan aku dalam kebimbangan rasa !

aku tak ingat kapan ku mati dan berapa lama ku hidup, yang aku atu dan ingat hanya aku selalu menangis karena kebimbangan Tuhan !

bicaraku pada Tuhan dalam setiap tamatan sujudku " Tuha adakah aku dalam deretan penerima sayang mu, adakah nama ku dalam takdir terindahmu, adakah wajahku dalam deretan kekasihmu adakah aku ?"
Tuhan slalu jawab " aku mencintai setiap hambaku yang beriman , tanpa kebimbangan "
kenapa jawabnya hanya itu dan itu sedangkan aku ada karena kebimbanganNya..

aku bicara pada kedua malaikat disisiku " kapan aku mati? kenapa aku hidup? kenapa aku ada dr kebimbangan Tuhan? kenapa aku harus mempunyai rasa yang tak biasa?"

jawabnya " hanya Tuhan mu dan Tuhanku yang tau "

Karena Aku Mencintaimu

saat aku pertama melihat sketsa wajahmu,
ada detak - detak ta seirama dalam dadaku
ada bayang - bayang semu
ada mimpi - mimpi yg tak tentu namun indah

aku sadari rasa yang kian dalam, rasa yg tak biasa
tumbuh setinggi angan - anganku tentang cintamu

sesaat itu pula sayapku patah
tak pernah kusangka
aku terjatuh kembali kedalam sepi yang tak berujung

tapi entah kenapa rasa itu semakin melambung tinggi..
semakin tak memperdulikan luka yang begitu teraba
semakin tak sadarkan jiwa akan kepalsuan

dan entah kenapa sampai detik ini pun aku tak pernah bisa hapus sketsa wajahmu
sketsa wajahmu yg pertama kali kulihat saat tersenyum..
entah kenapa aku kembali seperti ini

itu karena aku mencintaimu
karena AKU MENCINTAIMU

* dia *

SELAMAT ULANG TAHUN TANAH AIR KU

saat ini saat Indonesiaku tengah berpesta
ada rasa yg ragu dalam hati ku
ada rasa takut yg membara

indonesiaku tengah di agung - agungkan hari ini
tapi aku tak temukan kebahagian di sudut - sudut itu
tak ada tawa lepas kaum - kaum terabaikan
padahal hari ini
tanah air yg mereka pijak tengah berpesta
yg ada hanya teriakan - terikan
meminta keadilan sebagai manusia

teriaknya " walau tanah airku tengah merdeka, tp kaki - kaki kami tak leluasa , biar kami berteriak, biar kami memohon, biar kami menangis hari ini"

indonesiaku, tanah air pujaanku
semakin tua saja kemerdekaan mu
tapi semakin kekanak - kanakkan sikap dan cara berpikir atasan - atasan mu

indonesia aliran darahku
boleh aku memohon padamu?
" aku mohon dengan tekukan lututku, dengan uraian air mata sayangku padamu, aku mohon bangkitlah seperti kau tempo dulu, berdiri tegaplah seperti kebanggaan pahlawan - pahlawanmu, berjayalah TANAH AIR KU , aku mohon dengan suara yang setengah tak berbunyi dengan isakkan ku di shalat malamku aku mohon merdekakanlah dirimu dari penjajahan moral aku mohon bangunlah bangunlah untuk kami, aku mohon...."

aku semakin tak bisa mengontrol irama nafasku
aku semakin ingin berdiri di atas altar - altar keadilan

untukmu Indonesiaku aku hidup
Untukmu Indonesiaku aku berbicara
dan untukmu , untuk hari jadi mu sejuta doa aku panjatkan

"SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIAKU, TANAH AIR KEBANGGANKU, TEMPATKU LAHIR DAN MATI, ALIRAN DARAHKU, NAFASKU SETIAP WAKTU"